Kamis, 15 Maret 2012

Sumbawa Besar

Naik Pesawat Terbang Trans Nusa tipe Fokker 5O menjadi pengalaman baru dalam perjalanan kali ini. Pesawat berkapasitas penumpang 44 orang (Pilot + Co Pilot + 2 Pramugari) dan baling-baling pesawatnya ada 2. Seri yang jauh lebih tinggi dari pesawat terbang Tipe Cessna C208B Caravan "Commuter" yang sebelumnya saya tumpangi sewaktu menuju Mandailing Natal (Kapasitas 14 Orang + 1 baling-baling). Tak lupa sedikit narsis ketika mendarat di Bandara Brang Biji Kabupaten Sumbawa. :D

Daerah yang kecil, tempat untuk dikunjungi juga ga banyak, hanya pantai dan istana raja yang terbuat dari kayu dan sudah ga di tempati serta beberapa bangunan tua khas zaman penjajahan belanda. Kalau wisata kuliner banyak juga yang maknyus di Sumbawa, ada Kepiting singang, Ikan Bakar Sirasang (Garam Merica), Plecing Kangkung, beberuk dan beberapa jenis makanan yang lupa namanya. Rasa pedas dari cabe lombok mendominasi masakan khas sumbawa.

Nah, Kalau oleh-oleh ada yang paling terkenal di sumbawa ada Susu Kuda Liar yang berkhasiat untuk menambah vitalitas, mengobati penyakit jantung dll, ada Madu Sumbawa, Permen Susu Sapi dan Batik Sumbawa. Cukup merogoh kocek Rp 45.000,- sudah dapat satu botol susu kuda liar dan Rp 65.000,- untuk satu botol Madu Asli Sumbawa. Kalau madu gak usah diragukan lagi, khasiatnya untuk kesehatan sudah ada jaminan dalam Al-Qur'an.

Kapal RoRo untuk penyebrangan dari pototano ke kayangan menuju bandara lombok untuk pulang kembali ke Jakarta menjadi pelengkap jenis-jenis transportasi yang sudah dijalani.