Jumat, 17 Februari 2012

Telat 4 Bulan

Waaahh 4 Bulan lewat, selama itu tidak ada hasil petualangan yang tertulis di blog ini. ck..ck..ck.. Padahal sudah berapa banyak perjalanan luar biasa yang dilalui. Mulai dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Propinsi Sumatera Utara pada awal November, Banjarmasin di Propinsi Kalimantan Selatan, Makassar hingga Surabaya pada Pertengahan Desember. 3 kota terakhir disebut dijalani hanya tempo 9 hari. Mantap banget kan? kayak orang penting aja. Hampir gak pulang-pulang bah.

Kita mulai dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang luar biasa dalam perjalanan ini ialah Naik pesawat kecil (Sushi Air). Mempunyai Kapasitas penumpang 14 orang (2 Pilot), pesawat ini memberikan sensasi yang beda dari pesawat komersil lain seperti Garuda dan Lion Air. Yang beda hanya ketika mendarat (landing) dan lepas landas (take off). Goyangan-goyangan kecil cukup terasa ketika pesawat dihembus angin. Kalau bahasa Medannya itu "pesawatnya agak nyebeng-nyebeng". Tapi goyangan-goyangan tersebut bukan goyangan yang termasuk kategori mencemaskan, karena memang tidak ada rasa takut pada diri saya. Hanya saja goyangannya merasa terasa beda.

Selama di Madina nginap di hotel Rindang, hotel ini sangat recomended buat mereka yang sering melakukan perjalanan darat lintas Sumatera Utara - Sumatera Barat. Meskipun bukan hotel berbintang, fasilitas untuk ukuran hotel di tingkat Kabupaten seperti AC, TV Kabel, kebersihan dan rasa nyaman cukup memuaskan ditambah dengan harga yang terjangkau. Hotel ini baru dibangun dan isyunya lagi kata-katanya punya salah seorang anggota DPRD Kab. Madina. Oh ya, selama di Madina, panitia lokal juga ngajak wisata kuliner, sama seperti di daerah-daerah sebelumnya. Hi..hi..

Perjalanan Ke Kab. Madina ini juga jadi ajang ambil kesempatan pulang ke kampung Halaman di Medan. Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, aneka makanan pun tersaji di rumah mulai dari Lontong, Sate, Roti Jala dsb. Wisata Kuliner sebelum balik ke Jakarta yang sudah diagendakan sejak awal mulai dijalani. Beli Durian, Mie Rebus, Sate Memeng, Es Tebak, Sop Sum-sum langsa serta Mie Aceh di Titi Bobrok. Hampir meletus tuh perut. Wakakakak. Gak lupa juga bawa Bolu Meranti, Bika Ambon dan Pancake Durian sebagai oleh-oleh dari Medan.

Di Banjarmasin tidak ada yang istimewa, hanya makan soto banjar + nginap di Hotel Grand Mentari. Standarlah untuk hotel bintang 3. Kalau perjalanan ke Makassar, sangat berbeda dengan tugas-tugas ke daerah sebelumnya. Bertugas sebagai staf pendukung untuk kegiatan Saksi Ahli di Pengadilan Negeri Makassar untuk kasus tindak pidana korupsi (tipikor). Tugasnya hanya sebagai juru poto dan notulensi untuk bukti dokumentasi perjalanan. Pengalaman baru juga bertambah ketika ke Makassar, pengalaman naik kelas Bisnis Lion Air. Mau gimana lagi, tidak dapat tiket pesawat Garuda dan Lion Air kelas ekonomi. Yang terakhir di Surabaya, inipun juga beda dengan tugas-tugas sebelumnya. Nginap dan ngadain acara di Hotel Garden Palace. Hanya sebagai Staf pendukung untuk Acara Sosialisasi Whistleblower System.