Senin, 31 Desember 2012

Kaleidoskop Perjalanan

Hampir dalam 3 tahun berbeda melakukan perjalanan dengan frekuensi yang sangat banyak. Di akhir tahun 2012, tulisan ini hanya sebagai simpanan memori kenangan, supaya tidak terlupa tanggal dan tempat-tempat yang pernah dikunjungi. Meskipun sampai saat ini belum ada melakukan perjalanan lagi, tapi bukan berarti terhenti. Insya Allah ada kesempatan yang jauh lebih baik dari tempat-tempat sebelumnya. Amin.

Tahun 2010
Kabupaten Sumbawa Barat, 25-27 Juli 2010
Kabupaten Balangan, 31 Agustus - 2 September 2010
Kota Salatiga, 27-28 September 2010
Kota Solo, 4 November 2010
NTT Kupang, 17-18 November 2010

Tahun 2011
Temanggung Jawa Tengah, 5-6 April 2011
Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat, 8-10 Juni 2011
Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, 3-4 Oktober 2011
Banjarmasin Kalimantan Selatan, 4-5 Desember 2011
Kabupaten Mandailing Natal - Sumatera Utara, 7-9 November 2011
Mataram Nusa - Tenggara Barat, 19-21 September 2011
Padang Panjang - Sumatera Barat, 27-28 Maret 2011
Tarakan - Kalimantan Barat, 18-20 Juli 2011
Makassar - Sulawesi Selatan, 30 Nopember 2011 - 1 Desember 2011
Surabaya - Jawa Timur, 7-8 Desember 2011

Tahun 2012
Sumbawa Besar - Nusa Tenggara Barat, 23-26 Februari 2012
Kabupaten Raja Ampat - Papua Barat, 18-21 Maret 2012
Solok Selatan - Sumatera Barat, 2-5 April 2012
Kabupaten Mandailing Natal - Sumatera Utara 23-26 April 2012
Manado - Sulawesi Utara, 8-9 Mei 2012
Kabupaten Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat, 21-23 Mei 2012

Kamis, 19 Juli 2012

Raja Ampat, Little Heaven In The World

Inilah perjalanan yang untuk pertama kalinya merasakan JETLAG, berangkat pukul 00.20 WIB dari Jakarta dan Transit di Makassar sekitar 1 jam, kemudian pukul 04.30 WITA melanjutkan perjalan ke Kota Sorong. Akhirnya sekitar pukul 07.30 WIT mendarat di bandara Dominique Eduard Osok Kota Sorong.

Wisata kuliner yang seharusnya mencicipi masakan khas Papua Barat, malah diajak panitia sarapan coto makassar sebelum naik speed boat menuju Waisai ibukota Kabupaten Raja Ampat. 1,5 jam waktu yang ditempuh menuju Waisai. Menggunakan 2 mesin yang mempunyai kekuatan 2 pk untuk setiap mesinnya, serta menghabiskan 300 liter solar untuk perjalan tersebut. Sungguh perjalanan yang melelahkan dan menghabiskan banyak biaya. (Syukur Alhamdulillah bukan biaya sendiri Hi..hi..hi..)

Tiba di hotel, istirahat hanya sekitar 1 jam kemudian makan siang sebelum melanjutkan perjalanan wisata pulau-pulau di Raja Ampat. Pulau Kurkapa adalah yang pertama disinggahi. Pantai pasir putih nan bersih, Air laut jernih serta bening, Ikan-ikan dan terumbu karang terlihat jelas dari atas laut. Pulau ini menyediakan resort penginapan dengan biaya +_ $ 1200/malam. Merupakan harga yang wajar karena dikelola oleh pihak asing. Selain itu di Pulau ini ada juga spot diving yang manstrap dan menyediakan semua perlengkapannya.

Masih dihari yang sama, pulau Meosfun pulau kedua yang disinggahi. Pulau tak berpenghuni ini pernah digunakan sebagai lokasi shooting film oleh Negara Perancis. Maaf judul filmnya lupa (padahal sudah dikasi tau oleh guide), filmnya seputar tentang survival. Di Pulau ini akhirnya menceburkan diri dan Snorkeling, ternyata ga tahan juga kalau hanya melihat pantai pasir putih dan Air laut jernih. He..he..he..

Hari Kedua di Raja Ampat tidak melakukan perjalanan ke pulau-pulau seberang Waisai, hanya jalan-jalan disekeliling pulau memanfaatkan pinjaman mobil dari dinas setempat. Selama di Raja Ampat, menu makan malam andalan hanya ikan bakar (Kakap, Kerapu dll). Yang membuat rasanya maknyus karena ikannya masih segar + sedikit bumbu khas Papua.

Hari Ketiga, Teluk Kabui dan Waiwo menjadi pulau terakhir di Raja Ampat yang dikunjungi. Di Teluk Kabui ini banyak pulau/Batu Karang seperti jamur mirip dengan Pulau Wayak (Paling terkenal di Raja Ampat, tapi jauh. 5 Jam Perjalanan Speed boat). Nah, klo di waiwo ada tersedia cottage yang murah, Rp 450.000,-/malam. Di Waiwo ini ada tempat untuk memberi makan ikan laut.

Selama perjalanan ke Pulau-Pulau Raja Ampat, Anda mungkin akan sering melihat sekelompok Lumba-Lumba yang berenang sambil melompat menjulang ke atas laut. Kalau melihat keindahannya, seharusnya Raja Ampat adalah tempat wisata No.1 di Indonesia setelah Bali, tapi mungkin karena yang jauh dan membutuhkan biaya mahal serta budaya masyarakat Papua tidak sebaik bali membuat nama Raja Ampat sedikit tenggelam.


Postingan kali ini, saya sengaja menampilkan banyak foto-foto keindahan Pulau-Pulau di Raja Ampat. Sekalian Promosi Wisata Indonesia. Semua Foto sudah dibuat sesuai resolusi web pages supaya tidak lambat diakses. Informasi lebih lanjut seputar informasi wisata Raja Ampat, dapat menghubungi email Saya. :)

Kamis, 15 Maret 2012

Sumbawa Besar

Naik Pesawat Terbang Trans Nusa tipe Fokker 5O menjadi pengalaman baru dalam perjalanan kali ini. Pesawat berkapasitas penumpang 44 orang (Pilot + Co Pilot + 2 Pramugari) dan baling-baling pesawatnya ada 2. Seri yang jauh lebih tinggi dari pesawat terbang Tipe Cessna C208B Caravan "Commuter" yang sebelumnya saya tumpangi sewaktu menuju Mandailing Natal (Kapasitas 14 Orang + 1 baling-baling). Tak lupa sedikit narsis ketika mendarat di Bandara Brang Biji Kabupaten Sumbawa. :D

Daerah yang kecil, tempat untuk dikunjungi juga ga banyak, hanya pantai dan istana raja yang terbuat dari kayu dan sudah ga di tempati serta beberapa bangunan tua khas zaman penjajahan belanda. Kalau wisata kuliner banyak juga yang maknyus di Sumbawa, ada Kepiting singang, Ikan Bakar Sirasang (Garam Merica), Plecing Kangkung, beberuk dan beberapa jenis makanan yang lupa namanya. Rasa pedas dari cabe lombok mendominasi masakan khas sumbawa.

Nah, Kalau oleh-oleh ada yang paling terkenal di sumbawa ada Susu Kuda Liar yang berkhasiat untuk menambah vitalitas, mengobati penyakit jantung dll, ada Madu Sumbawa, Permen Susu Sapi dan Batik Sumbawa. Cukup merogoh kocek Rp 45.000,- sudah dapat satu botol susu kuda liar dan Rp 65.000,- untuk satu botol Madu Asli Sumbawa. Kalau madu gak usah diragukan lagi, khasiatnya untuk kesehatan sudah ada jaminan dalam Al-Qur'an.

Kapal RoRo untuk penyebrangan dari pototano ke kayangan menuju bandara lombok untuk pulang kembali ke Jakarta menjadi pelengkap jenis-jenis transportasi yang sudah dijalani.

Jumat, 17 Februari 2012

Telat 4 Bulan

Waaahh 4 Bulan lewat, selama itu tidak ada hasil petualangan yang tertulis di blog ini. ck..ck..ck.. Padahal sudah berapa banyak perjalanan luar biasa yang dilalui. Mulai dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Propinsi Sumatera Utara pada awal November, Banjarmasin di Propinsi Kalimantan Selatan, Makassar hingga Surabaya pada Pertengahan Desember. 3 kota terakhir disebut dijalani hanya tempo 9 hari. Mantap banget kan? kayak orang penting aja. Hampir gak pulang-pulang bah.

Kita mulai dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang luar biasa dalam perjalanan ini ialah Naik pesawat kecil (Sushi Air). Mempunyai Kapasitas penumpang 14 orang (2 Pilot), pesawat ini memberikan sensasi yang beda dari pesawat komersil lain seperti Garuda dan Lion Air. Yang beda hanya ketika mendarat (landing) dan lepas landas (take off). Goyangan-goyangan kecil cukup terasa ketika pesawat dihembus angin. Kalau bahasa Medannya itu "pesawatnya agak nyebeng-nyebeng". Tapi goyangan-goyangan tersebut bukan goyangan yang termasuk kategori mencemaskan, karena memang tidak ada rasa takut pada diri saya. Hanya saja goyangannya merasa terasa beda.

Selama di Madina nginap di hotel Rindang, hotel ini sangat recomended buat mereka yang sering melakukan perjalanan darat lintas Sumatera Utara - Sumatera Barat. Meskipun bukan hotel berbintang, fasilitas untuk ukuran hotel di tingkat Kabupaten seperti AC, TV Kabel, kebersihan dan rasa nyaman cukup memuaskan ditambah dengan harga yang terjangkau. Hotel ini baru dibangun dan isyunya lagi kata-katanya punya salah seorang anggota DPRD Kab. Madina. Oh ya, selama di Madina, panitia lokal juga ngajak wisata kuliner, sama seperti di daerah-daerah sebelumnya. Hi..hi..

Perjalanan Ke Kab. Madina ini juga jadi ajang ambil kesempatan pulang ke kampung Halaman di Medan. Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, aneka makanan pun tersaji di rumah mulai dari Lontong, Sate, Roti Jala dsb. Wisata Kuliner sebelum balik ke Jakarta yang sudah diagendakan sejak awal mulai dijalani. Beli Durian, Mie Rebus, Sate Memeng, Es Tebak, Sop Sum-sum langsa serta Mie Aceh di Titi Bobrok. Hampir meletus tuh perut. Wakakakak. Gak lupa juga bawa Bolu Meranti, Bika Ambon dan Pancake Durian sebagai oleh-oleh dari Medan.

Di Banjarmasin tidak ada yang istimewa, hanya makan soto banjar + nginap di Hotel Grand Mentari. Standarlah untuk hotel bintang 3. Kalau perjalanan ke Makassar, sangat berbeda dengan tugas-tugas ke daerah sebelumnya. Bertugas sebagai staf pendukung untuk kegiatan Saksi Ahli di Pengadilan Negeri Makassar untuk kasus tindak pidana korupsi (tipikor). Tugasnya hanya sebagai juru poto dan notulensi untuk bukti dokumentasi perjalanan. Pengalaman baru juga bertambah ketika ke Makassar, pengalaman naik kelas Bisnis Lion Air. Mau gimana lagi, tidak dapat tiket pesawat Garuda dan Lion Air kelas ekonomi. Yang terakhir di Surabaya, inipun juga beda dengan tugas-tugas sebelumnya. Nginap dan ngadain acara di Hotel Garden Palace. Hanya sebagai Staf pendukung untuk Acara Sosialisasi Whistleblower System.