Jumat, 30 September 2011

Mataram

Jalan lagi... jalan lagi... Pergi ke Mataram (Nusa Tenggara Barat) kota kedua tujuan para Bule dan Wisman (wisatawan mancanegara) setelah Bali. Tidak seperti biasanya, baru turun tangga dari pesawat udah dicegat sama panitia lokal, langsung dialihkan ke jalur & Ruangan VIP Bandara Selaparang. Ngobrol sesaat sambil duduk disofa, disuguhi Kue dan Parsel Buah-buahan (Anggur, Apel, Jeruk dsb). Pergi bersama Eselon I, menambah pengalaman tersendiri, baru kali ini diistimewakan. Dari Bandara sebelum ke Hotel, dijamu Makan Malam sama panitia lokal. Rumah Makan Taliwang Irama, menyajikan makanan khas Mataram, ada Ayam Taliwang, Sop Bebelung dan beberapa makanan lain yang lupa namanya (gak pernah dengar sih).

Makanan yang menjadi ciri khas di Mataram adalah Ayam. Kalau kita pesan Ayam, maka yang diberikan adalah satu ekor ayam (lengkap kecuali kepala dan ceker), bukan ayam potong seperti biasanya (bagian paha ayam, Sayap, Leher maupun dada). Dan yang lebih khas lagi, ayam tersebut ayam kampung. Tinggal menyajikan yang berbeda, ada yang dibakar, diSoup ataupun digoreng. Konon nama Ayam Taliwang berasal dari Ibukota Sumbawa Barat yaitu Taliwang tapi ada juga yang mengatakan Taliwang diambil dari nama kampung di Mataram. Gak tau mana yang benar, yang pasti Ayam Taliwang memang enak dan Pedas. Pedasnya emang beda dengan masakan padang, cabai/cabe yang digunakan yaitu Cabe Lombok. Sudah terkenal seantero Indonesia, cabe yang paling pedas ya cabe lombok.

Nginap di Hotel Lombok Plaza, Susunan Ruko yang disulap menjadi hotel Bintang Tiga yang katanya baru diresmikan bulan Mei 2011. Bagus, tepat di tengah kota, Menu Sarapan seperti hotel bintang emapt. Sangat direkomendasikan bagi mereka yang kerja di pemerintahan, terutama buat Eselon IV atau PNS golongan I dan II karena memberikan harga rate pemerintah.

Malam kedua wisata kuliner berlanjut lagi. Rumah makan Green Asri memberikan menu yang lebih variatif dibandingkan RM Taliwang Irama. Ayam Pelalah, Plecing Kangkung, serta menu lainnya dan tempat makan yang sedikit unik. Pondasi sudutnya terbuat dari batang pohon kelapa , masyarakat setempat menyebutnya brugak (mirip pondok/jogla).

Hanya 3 hari di Mataram, tapi pengalaman yang dirasakan tetap berbeda. Semoga bisa datang kembali lagi.