Jumat, 30 September 2011

Mataram

Jalan lagi... jalan lagi... Pergi ke Mataram (Nusa Tenggara Barat) kota kedua tujuan para Bule dan Wisman (wisatawan mancanegara) setelah Bali. Tidak seperti biasanya, baru turun tangga dari pesawat udah dicegat sama panitia lokal, langsung dialihkan ke jalur & Ruangan VIP Bandara Selaparang. Ngobrol sesaat sambil duduk disofa, disuguhi Kue dan Parsel Buah-buahan (Anggur, Apel, Jeruk dsb). Pergi bersama Eselon I, menambah pengalaman tersendiri, baru kali ini diistimewakan. Dari Bandara sebelum ke Hotel, dijamu Makan Malam sama panitia lokal. Rumah Makan Taliwang Irama, menyajikan makanan khas Mataram, ada Ayam Taliwang, Sop Bebelung dan beberapa makanan lain yang lupa namanya (gak pernah dengar sih).

Makanan yang menjadi ciri khas di Mataram adalah Ayam. Kalau kita pesan Ayam, maka yang diberikan adalah satu ekor ayam (lengkap kecuali kepala dan ceker), bukan ayam potong seperti biasanya (bagian paha ayam, Sayap, Leher maupun dada). Dan yang lebih khas lagi, ayam tersebut ayam kampung. Tinggal menyajikan yang berbeda, ada yang dibakar, diSoup ataupun digoreng. Konon nama Ayam Taliwang berasal dari Ibukota Sumbawa Barat yaitu Taliwang tapi ada juga yang mengatakan Taliwang diambil dari nama kampung di Mataram. Gak tau mana yang benar, yang pasti Ayam Taliwang memang enak dan Pedas. Pedasnya emang beda dengan masakan padang, cabai/cabe yang digunakan yaitu Cabe Lombok. Sudah terkenal seantero Indonesia, cabe yang paling pedas ya cabe lombok.

Nginap di Hotel Lombok Plaza, Susunan Ruko yang disulap menjadi hotel Bintang Tiga yang katanya baru diresmikan bulan Mei 2011. Bagus, tepat di tengah kota, Menu Sarapan seperti hotel bintang emapt. Sangat direkomendasikan bagi mereka yang kerja di pemerintahan, terutama buat Eselon IV atau PNS golongan I dan II karena memberikan harga rate pemerintah.

Malam kedua wisata kuliner berlanjut lagi. Rumah makan Green Asri memberikan menu yang lebih variatif dibandingkan RM Taliwang Irama. Ayam Pelalah, Plecing Kangkung, serta menu lainnya dan tempat makan yang sedikit unik. Pondasi sudutnya terbuat dari batang pohon kelapa , masyarakat setempat menyebutnya brugak (mirip pondok/jogla).

Hanya 3 hari di Mataram, tapi pengalaman yang dirasakan tetap berbeda. Semoga bisa datang kembali lagi.

Senin, 15 Agustus 2011

Kota Tarakan

Lagi-lagi telat nulis blognya. Sibuk mulu sich, setiap pulang dari daerah harus beresin administrasi dulu untuk pertanggungjawaban seperti SPPD, tiket, boarding pass & port tax, kwitansi hotel dan tetekbengek lainnya :D. Belum lagi ditambah menumpuknya kerjaan harian kalau pergi keluar kota seperti database, update ke website, buat format dan konsep surat.

Perjalanan yang kedua kalinya ke Pulau Kalimantan. Kalau yang pertama ke Kalimantan Selatan, maka yang kedua ke Kalimantan Timur. Tepatnya di Pulau Tarakan. Inilah kota kedua terjauh yang pernah Saya tempuh selain Kupang di Nusa Tenggara Timur. Kalau Pesawat ke Kupang transit di Bandara Juanda Surabaya, maka sebelum mendarat di Bandara Juwata Pulau Tarakan pesawat harus transit di Bandara Sepinggan Balikpapan. Lama perjalanan hampir sama sih, + 3 Jam. Gak ada yang berbeda dengan kota-kota sebelumnya, tetap menjalankan tugas sebagai staf pendukung.

Kepiting adalah Makanan yang terkenal serta menjadi icon pulau tarakan, tapi sayang sekali tidak sempat merasakan & menikmatinya. Sebagai Manusia yang punya hobi makan, ini sangat menyedihkan. Hiks..hiks.. Kekecewaan sedikit terobati, diajak panitia lokal makan malam menikmati makanan seafood lainnya seperti Ikan Bakar + nasi uduk.

Hanya Ikan Kerupuk tipis (katanya sih kerupuk Ikan Asin) yang menjadi ciri khas oleh-oleh dari Pulau Tarakan. Karena dekat dengan pulau Malaysia, Oleh-oleh lain yang bisa dibeli bukan produk lokal, tapi produk negeri seberang seperti Bolu Gulung, biskuit dan sebagainya. Seandainya waktu yang diberikan lebih lama, tentu bisa menelusuri seluk beluk kota dan menikmati keindahan pantai serta menceritakan lebih banyak lagi kedalam blog ini.

Kota manalagi ya selanjutnya ?

Rabu, 22 Juni 2011

Nostalgia Ke Sumatera Barat

Kampuang nan jauh di mato
Gunuang Sansai Baku Liliang
................

Lagu daerah ini selalu teringat ketika mendapatkan tugas ke Sumatera Barat untuk kedua kalinya, yang akhirnya bisa dimanfaatkan untuk silaturahmi dan nostalgia semasa kecil dulu. Niat yang sudah direncanakan sebelum ke Padang Panjang (akhir Maret) ternyata baru dapat direalisasikan bulan ini saat mendapatkan kesempatan kembali dalam menjalankan tugas negara ke Kabupaten Dharmasraya. Diawali dengan cobaan yang berat untuk bangun Jam 3 pagi demi mengejar pesawat berangkat jam 6.25 WIB. setibanya jam 8.10 WIB di Bandara International MinangKabau (BIM), langsung wisata kuliner mencari sarapan di belakang gubernuran (rekomendasi atasan yaitu pak Fadli Arif - Nostalgianya semasa kuliah di Universitas Andalas). Kalau kebersihan dan kesehatan jangan ditanya lagi, soalnya tempat makannya aja di depan Depkes, jadi sudah pasti terjamin. He..he..he... Ditemani panitia lokal menikmati Soto Padang, Bubur Kacang Ijo serta Teh Talua (Teh Telur), Hmm.. benar-benar maknyus. Rasa padeh (pedas), menunjukan khas asli Sumatera Barat (sumbar). Pedasnya sangat berbeda dengan masakan padang yang berada di luar Sumbar, terutama Jakarta. Sejauh perjalanan saya keliling Indonesia, hanya di Medan yang mampu menyaingi pedasnya masakan di Sumbar. Beberapa Orang berpendapat, cabe yang tidak tumbuh di Sumbar menjadi alasan dan pengaruh dibeberapa daerah yang warganya mayoritas kurang suka masakan pedas. Selain pedas, Bareh (beras) Solok [Kabupaten Solok ialah daerah terkenal penghasil beras di Sumbar] yang lembut menambah rasa nikmat Soto.

Perjalanan dilanjutkan, sepertinya tidak ada perubahan di Sumatera Barat. Meskipun panas, tetapi Asri dan sejuk serta adanya hawa dingin yang muncul sesekali tetap terasa dikarenakan banyaknya pohon dan perbukitan yang lestari dan terjaga (tidak seperti perjalanan ke riau, penuh hutan gundul serta kebun sawit dan karet). Kurang lebih setelah 1 jam perjalanan, mampir di daerah Sitinjau Laut. Di daerah ketinggian ini, disediakan sebuah tempat (seperti pondok) untuk melihat kota padang dari kejauhan. Terlihat Rumah-rumah di kota yang sangat sedikit dibandingkan Jakarta, pabrik semen padang yang mengepulkan asap, Laut Biru yang menyilaukan, dan Perbuktian Hijau. Atasan saya berkata : "Kalau melihat pemandangan alam di sumbar, Yakin Kalau kiamat masih Jauh", sepertinya benar adanya. Pembangunan yang tidak bermegah-megah, Hutan-hutan yang lestari, sungai-sungai dan jalanan yang bersih tidak menunjukan adanya kerusakan di muka bumi yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia. Hal yang saya sebutkan barusan, merupakan kebalikan dari tanda-tanda kiamat sudah dekat bukan?

Hanya sekitar 15 menit di Sitinjau Laut, ditengah perjalanan menuju Dharmasraya wisata kuliner masih berlanjut. Tepat jam makan siang, mampir di Rumah Makan dengan menu yang terkenal dan istimewa menyajikan Ikan Sampadeh (Rekomendasi panitia lokal). Hmm.. nyam..nyam.. maknyus lagi dech. Walaupun RM tersebut tidak ada nama, tapi ramenya jangan ditanya. Sebagian menu aja dah habis, padahal belum terlalu siang. Sekitar Pukul 03.30 Sampai juga di Hotel Umega di Kabupaten Dharmasraya. Tidak semewah hotel di jakarta, tapi standar (Ac + TV) dan cukuplah untuk istirahat setelah melakukan perjalanan kurang lebih 6 jam dari BIM. Tanpa ada yang memberikan rekomendasi, mencari makan malam di luar kira-kira 20 meter di seberang kiri hotel, hmm... tidak semaknyus seperti sarapan dan makan siang, tapi termasuk top markotoplah. Masakannya Terasa gurih.

Esok harinya, supaya badan tetap fit + sambil menunggu dijemput panitia lokal, sepiring menu sarapan di hotel harus disantap sebelum melanjutkan tugas negara. Tidak ada yang berbeda dengan tugas-tugas negara sebelumnya, memberikan wejangan dan sosialisasi dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi abdi negara dalam hal pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Cuma yang berbeda kali ini adalah peserta yang sangat antusias dibandingkan dengan peserta di daerah yang sebelumnya didatangi. Sayang sekali, waktu yang diberikan sangat singkat (1 hari) dikarenakan jarak jauh yang harus di tempuh ke daerah.

Selesai tugas negara, Pukul 18.00 WIB perjalanan dilanjutkan kembali ke Kota Padang dengan menggunakan travel. Sekitar pukul 21.00 WIB, Supirnya berhenti untuk makan malam di RM Kasihan Ombak (maaf, lupa nama daerahnya). Yang maknyus disini adalah Gulai Kari Kambing pakai rebung. Wow, Bener-bener nikmat dan Selera untuk makan. Pukul 24.00 akhirnya tiba di kota padang, nginap di siteba (rumah adik nyokap). Disuguhi makan malam lagi, terpaksa dech harus makan. Udah dua hari di Sumbar, acara makan-makannya udah banyak gini. Gimana 3 hari lagi? :D

Hari ke 3 di Sumbar, Jum'at Pagi langsung mengelilingi kota Padang. Di tengah kota, Sisa-sisa bekas gempa bumi yang mengguncang kota padang masih terlihat. Banyak bangunan kosong yang tidak dipakai, karena memang sudah tidak layak lagi dipakai. Sebagian gedung, ada yang diperbaiki, sebagian terbengkalai begitu saja karena harus dirobohkan terlebih dahulu dan sebagian lagi tinggal puing-puing gedung yang belum dibersihkan. Teguran Allah SWT pada kota padang memberikan pelajaran pada masyarakatnya, Dinas terkait sedang membangun (melebar) jalan untuk jalur evakuasi jika terjadi tsunami. Peta-peta evakuasipun, sudah dipasang disetiap sudut kota. Di Pinggiran Kota, melewati jembatan Siti Nurbaya, berhenti sejenak di pinggir pantai. Makan talua katuang (Telur Penyu) dan talua asin sambil menikmati gulungan ombak dan indahnya pantai yang bersih. Tidak banyak jadwal di hari ke-3 ini, hanya sebentar dan silaturahmi ke tempat sanak sodara. Lebih banyak Istirahat karena lelah dan lamanya perjalanan dari dharmasraya masih terasa.

Mobil rental Avanza yang dipesan sudah datang, hari ke-4 di sumbar langsung tancap ke kampuang ibu di Pariaman tepatnya desa padusunan. Jalan By Pass di padang yang lumayan lebar dan sepi, membuat naluri balap supir medan jadi keluar. He..he.. Kurang lebih setengah jam menempuh perjalanan. Silaturahmi tetap menjadi agenda utama, sayang sekali Target Operasi Silaturahmi (TOS) hanya 50 % bisa direalisasikan di pariaman, karena 50% lagi TOS tidak ada di tempat, malahan posisi berada di Padang. Duuh.. padahal teknologi sudah maju, kenapa gak di telp dulu dari padang tadi. Geblek..geblek... Perjalanan dilanjutkan kembali dengan tujuan langsung ke Painan. Hiks..hiks.. Sayang sekali hanya sebentar di Pariaman, padahal pengen mampir di Pantai Kata dan pantai Arta. Ada istilah yang terkenal di pantai tersebut yaitu Nasi SEK. SEK merupakan singkatan Seratus Kenyang. Jadi waktu saya masih kecil dulu, hanya dengan Rp. 100 beli nasi di pantai tersebut, perut ini sudah kenyang dibuatnya. Klo sekarang, harganya gak mungkin seratus lagi dech kayaknya, mungkin SEribu Kenyang atau SEpuluh ribu Kenyang.

Perjalanan Ke Painan, seperti perjalanan ke Berastagi di Sumatera Utara, penuh liku-liku dan berbelok-belok. Yang buat berbeda hanya pada Pemandangan. Sepertiga pertama dalam perjalanan kita melewati Teluk Bayur (Pelabuhan Sumbar) dan melihat Pantai dengan pasir putih yang bersih, Laut Biru, serta ada beberapa kapal laut yang menurunkan jangkar. Sepertiga kedua hanya pemandangan bukit-bukit dan gunung-gunung hijau yang asri serta rumah-rumah penduduk. Sepertiga yang terakhir, sepanjang perjalanan ditemani Sungai besar yang bersih. Di Painan juga agenda utama tetap silaturahmi, kali ini TOS 100% berhasil direalisasikan. Selanjutnya menyempatkan diri ke Jembatan Akar (Root Bridge). Jembatan akar ini menghubungkan dua desa, dibawah jembatan akar tersebut ada sungai besar yang bersih. Kalau hari libur, pasti ramai dipenuhi orang-orang yang mandi. Teringat masa kecil dulu, bersama sepupu mandi-mandi di sungai tersebut. Sayang sekali tidak membawa baju ganti, klo gak kan bisa mandi-mandi juga.

Sebelum Pulang dari Painan, makan siang dengan menu Soto Rang Bayang. Seperti rasa-rasa sebelumnya : "Maknyus". Di tengah perjalanan banyak yang jual durian di pinggir jalan. Hasrat untuk beli tak tertahankan lagi, Hmm... Udah murah, rasanya pun Maknyus mantap.. Senang sekali rasanya, pulang ke medan terakhir gak sempat beli durian. Eh.. ternyata malah di sumbar sempat. Belinya pun gak sedikit, udah makan di tempat, ada yang di bawa pulang lagi :D . Sampai di Padang, langsung Makan malam di pinggir pantai RM Fuja yang menyediakan khas Seafood. Benar-benar maknyus menikmati Kakap dan UDang Bakar serta Cumi Goreng + sambal dengan rasa pedas asli.















Hari terakhir di sumbar, masih disempatkan juga wisata kuliner. Diajak sepupu Sarapan Lontong Pakis di daerah tarandam dan Makan siang klo gak salah namanya RM Lubuk Lingga di daerah lubuk minturun. Kayaknya berat badan naik 2 kg selama di sumbar. Jam 15.45 WIB sudah di BIM, padahal pesawat jam 17.50 WIB. Gara-gara khawatir terlambat takut Macet seperti Jakarta, jadi Kecepatan dech. Oh ya, hampir saja gua berlaku dzholim selama di pesawat. Gara-gara aroma kerupuk jariang (Kerupuk Jengkol) yang dibelikan sepupu tadi waktu makan siang. Hampir juga ketahuan, pramugarinya sempat mencari-cari di bagasi atas, padahal kalau di buka kantong plastik, pasti ketahuan. Pramugarinya hanya liat sekilas dari luar tanpa membuka kantong plastik (warna putih) berisi keripik sanjay. Untung juga aromanya gak muncul lagi setelah bagasi di atas ditutup pramugarinya. Padahal bawa cuma sedikiiiit aja, cukup untuk sekali makan dan udah dilapisi 3 kantong plastik lagi, tapi tetap aja aromanya lumayan. Fiuh... selamat dah gua.

Tidak semua nostalgia waktu kecil terulang. Tidak sempat mampir ke danau maninjau, berenang dan mencari pensi di dasar danau. Tidak semua juga dapat melihat keindahan Sumbar di berbagai tempat seperti Danau diatas dan danau dibawah, ngarai sianok, danau singkarak, pantai cerocok dan sebagainya. Sumbar aja sudah sebanyak itu, dan tidak bisa melihat semuanya. Bagaimana kalau seluruh Indonesia? Bagaimana lagi melihat keindahan Seluruh Negara di Dunia?

Ya Allah berilah Kekuatan dan kesempatan lain dalam melakukan perjalanan untuk melihat KeagunganMu dan menambah Keimanan ini. Amin.

Minggu, 08 Mei 2011

Terlewatkan Bag II

Yang ketiga menjalani 2x operasi "Wisdom Tooth", yang Pertama sebelah kanan, minggu selanjutnya sebelah kiri. Operasi menjadi anjuran setelah rekomendasi dokter karena melihat Gigi Graham Bungsu sedikit nongol waktu scaling. Rontgen (poto Panoramic) pun dilakukan untuk memastikan posisi tumbuhnya gigi tersebut. Operasi dilakukan karena Gigi Graham Bungsu sudah memberikan keluhan sering pusing dan otot leher tegang tanpa alasan yang jelas. Setelah browsing dan bertanya mencari info biaya operasi, akhirnya dapat juga operasi di RS Gigi dan Mulut di UI Salemba dengan biaya lebih murah meskipun harus OOP (Out of Procedur). Terima Kasih untuk Abang si Pam atas informasi dan bantuannya. Setelah operasi, Long Weekend pun menjadi ajang istirahat setelah dampak operasi memberikan bengkak di pipi. Dua hari penuh waktu dihabisin hanya untuk mengkompres pipi yang bengkak.

Keempat, ternyata masih belom ada perubahan meskipun beberapa waktu yang lalu sempat mempertanyakan. Ya.. inilah jawabannya. Seperti di postingan sebelumnya, Rezeki itu datang dari arah yang tidak di sangka-sangka. Cuma sampe sekarang masih aja mempertanyakan : Kenapa masih begini ? belum ada perubahan yang signifikan. Jawabannya seperti biasa, menghadapi kesabaran dan mencoba memahami apa yang terbaik sampe batas waktu yang tidak dapat dipastikan atas penantian jawaban yang di harapkan. Syukuri apa yang ada, Hidup adalah Anugerah. Never End To Say Alhamdulillah.

Kamis, 05 Mei 2011

Terlewatkan Bag I

He..He.. Lewat lagi dua bulan. Gimana sich, katanya bakalan rajin update. Payah ah. :D
Okey Dua bulan, apa aja yang terlewatkan ? Pertama. Padang Panjang, perjalanan pertama ke luar kota pada tahun 2011. Kampuang nan jauah dimato kini alah dakek, dak taraso jauahnyo. Setelah terakhir kelas 2 SMU (kurang lebih sepuluh tahun yang lalu), pulang kampung juga akhirnya. Memang tidak sampai ke ibu kota sumatera barat, tapi sepertinya jalan lintas Padang Panjang tidak banyak berubah masih seperti dulu, banyak pepohonan (tidak banyak bangunan yang bertambah), aliran sungai sungai yang bening di sepanjang jalan, trus sekelompok Kera dan Monyet menunggu dipinggiran jalan (berharap ada orang yang turun memberikan kacang atau makanan lainnya). Pulang Kampuang seperti tidak ada suatu kegembiraan yang besar, rasanya biasa aja pun. Cemanalah pulak, pulang kampung gak mampir ke rumah saudara, berapa banyak sodara betaburan disana hiks..hiks..hiks... Padahal dua minggu sebelum keberangkatan udah nelpon sepupu. Niat Silaturahmi terpaksa harus dibatalkan karena H-3 jumlah hari untuk tugas keluar kota dikurangi. hiks..hiks.. :-(. Yang lebih sedih lagi perjalanannya tanpa membawa uang SPPD (belum cair sebelum keberangkatan). Tapi tetap harus bersyukur, rezeki datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Panitia Lokal mengajak (traktir) makan siang di Rumah Makan Pak Datuak. Sambalado yo bana padeh, gulai jariang yo lamak bana menjadi ciri khas The Real masakan padang. eits.. belum berhenti Sore harinya ditraktir lagi makan Sate Mak Sukur (SMS). SMS memang sudah terkenal di Indonesia apalagi di Sumatera Barat. Kalau naik pesawat Garuda Indonesia menuju ke Sumatera Barat pasti ada di majalahnya info wisata dan Restauran yang wajib dikunjungi, salah satunya SMS. Di dalam restauran pun ada terpampang poto RI 1 dan RI 2. Soal rasa jangan ditanya, minjam istilah om bondan winarno, SMS memang "maknyus.. "

Kedua, tepat satu minggu setelah Padang Panjang, ditugaskan lagi keluar kota dengan tugas negara yang berbeda dari perjalanan-perjalanan sebelumnya. Temanggung, perjalanan kedua dan kedua kalinya juga mendarat di bandara Ahmad Yani Semarang. Agak sedikit canggung, dengan tugas yang berbeda memiliki tanggung jawab lebih besar, tapi juga Rezeki Lebih besar ;-). Yang Istimewa dari perjalanan ini ialah mampir di RM Sop Buntut Tenda Biru (ditraktir panitia lagi), katanya menjadi lebih terkenal dan lebih ramai dikarenakan Bondan Winarno pernah mampir dan memberi cap "Maknyus" bukan "Top Markotop" bukan juga "Endang Bambang Gurindang". Om Bondan gak salah, bener kok maknyus.


//Karena udah malam + rasa ngantuk, maka terpaksa bersambung ke Bag II.

Sabtu, 26 Februari 2011

Cicak VS Nyamuk

Seperti halnya jodoh, rezeki juga sama. Jodoh dan Rezeki sudah ada yang ngatur. Selama selalu berusaha maksimal dan berdoa, pasti gak kan kemana. Sekarang yang kita bahas adalah rezeki, pembahasan jodoh nanti dulu dan kapan-kapan aja ya. :P

Dalam hitungan hari, kemungkinan besar akan menghadapi perubahan suasana dan rutinitas dalam bekerja. Meskipun ada dua tawaran dalam satu atap yang sama, terpaksa harus ditolak demi profesionalisme. Seandainya pun tidak menuntut profesionalisme, kebingungan akan terus menghujani pikiran dalam menentukan mana yang lebih baik. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Rasa Khawatir akan kemungkinan yang tidak diinginkan pasti ada, disatu sisi keyakinan akan keberhasilan selalu terjaga dengan optimis.

Teringat cerita tentang nyamuk dan cicak oleh Al-Ustad Abdullah Gymnastiar yang lebih dikenal dengan sebutan Aa' Gym. Cicak merayap di dinding, nyamuk terbang dengan sayapnya. Kok bisa yang merayap makan yang terbang? Tentu bisa, meskipun tidak semua nyamuk bisa dimakan cicak, tapi tetap ada nyamuk yang dimakan walaupun sedikit (minimal 1). Cicak selalu berusaha, cicak tau kekurangannya dia tidak bisa terbang untuk mengejar nyamuk melakoni kejar-kejaran bagaikan pesawat tempur. Cicak menggunakan kelebihannya yang lain untuk mencari rezekinya. Kakinya yang dapat menempel dengan erat di dinding membuatnya yakin dengan kemampuannya dan rajin serta ulet berusaha mengejar nyamuk meskipun harus merayap 180 derajat dari posisi normalnya. Cicak memperhatikan nyamuk yang terbang, mendekati dimana nyamuk tersebut hinggap dan sabar menunggu hingga nyamuk tersebut lengah. Dan ketika nyamuk lengah, saat yang dinanti-nantikan pun tiba, the gecko really enjoy to eat the mosquitos.

“Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mecukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. (QS 65:3) ”

//Hanya untuk menjaga semangat dan selalu berpikiran positif serta memberikan kekuatan dalam memahami makna kesabaran.

Jumat, 25 Februari 2011

Follower Pertamax

Hwaa..ha..ha..ha.. hore..hore.. Akhirnya ada juga satu follower blog ini yaitu Mustika (pertamax gan), gw perkenalkan dulu ya (sekalian mempromosikan) nama lengkapnya Mustika Isma Sari (Guys, jomblo nich), anak FKM USU 03 yang merupakan teman SMU, pintar dan berwawasan luas, orangnya manis mirip Freida Pinto (actris slumdog millionaire), dikenal sebagai teman yang baik hati & selalu setia melacur (melayani curhat). ;)) Thx ya mus, udah jadi follower. :D

Dua bulan sudah blog ini update, tapi tetap aja sepi, gak ada comment, jumlah pengunjung gak serame sewaktu zaman kuliah dulu (liat aja counternya, padahal udah jujur start dari nol). Selain sebagian teman blogger yg sudah pada gak update lagi blognya, kira-kira Apa ya penyebabnya ? Hmm... kayaknya kurang promosi. Mungkin harus lakukan promosi gencar-gencaran dan gerilya nich. Percuma aja ada sarana Facebook, twitter dan YM kalo gak dimanfaatkan.

Oke dech, mulai hari ini kita promosikan. Promosi iseng-iseng aja via YM udah berhasil makan korban & malah sudah jadi follower, masa promosi besar-besaraan gak bisa membuat rame blog ini lagi. CKR?

Kamis, 03 Februari 2011

Yogyakarta

Teringat apa pertanyaan kakak dan beberapa orang yang pernah di Yogya, "Zi, ga pengen ke Yogya lagi. Ga Kangen apa sama suasana Yogya ?"

4 tahun sudah pergi meninggalkan Yogyakarta sejak akhir November 2007, kira-kira seminggu setelah wisuda. Akhirnya baru sekarang ada kesempatan kembali lagi. Klo Niat gak usah ditanya, sejak tahun 2008. Ternyata Benar apa kata orang-orang, Yogyakarta memang NGANGENI. Apalagi pas nonton film "Sang Pencerah" karya Hanung Bramantyo yang menggambarkan suasana Jogja tahun Jebot, Hmmm... niat pun berubah menjadi azam. Adanya harpitnas ini, jadi ngambil kesempatan dech.

Banyak rencana yang sudah disusun, maen-maen ke blimbing sari (daerah kekuasaan dulu), selokan mataram-kaliurang-terban (wisata kuliner), Kopma, malioboro (liat yang bening-bening Hi..hi..), MIPA UGM (Nostalgia aja), Beringharjo, Mirota Batik (liat yang unik-unik), ngasi support sama teman-teman dan adik kelas yang belum lulus, serta rencana lainnya (maaf, gak bisa semua disebut).

Ehh.. dah boarding pass..... ngantri sambil nulis sms... "Decky, jangan lupa jemput aku."
Kemudian terus berjalan ke pesawat sambil mendengarkan lagu kebangsaan waktu kuliah dulu. Yogyakarta by Kla Project. Pulang ke Kotamu.......

Minggu, 23 Januari 2011

Jejak Artikel

Berawal dari tantangan dosen untuk membuat artikel skala nasional (zaman kuliah dulu), akhirnya berhasil juga dimuat di ilmukomputer.com. Meskipun pembahasan di artikel tersebut tidak begitu expert, tapi cukuplah untuk mengenalkan moodle sebagai e-learning dan menjadi bahan acuan dasar bagi mahasiswa/i, dosen, dan praktisi lainnya dalam memanfaatkan moodle.

Waktupun sudah lama berlalu (4 tahun bro) semenjak upload di ilmukomputer.com, tapi artikel tersebut masih tetap ada. Dan gak nyangka juga, ternyata artikel tersebut udah tersebar kemana-mana.

Klo mau download dan baca selain di ilmukomputer.com, berikut alamat website tempat artikel tersebar hasil gua googling :
Repository Universitas Andalas
Guru MAN
Zona Orang Gila ==> Isi blognya bagus juga gan
Universal Of Kediri ==> file pdfnya tidak ada, hanya text copas
Link PDF

Klo list dibawah ini, artikel gw kagak ada. Tapi nama gw disebut-sebut gitu :D
TVI-Express
Guru Beasiswa
Learning With Adnan

Semoga Artikel tersebut masih dan selalu bermanfaat. Gua jadi ingat salah satu amal jariyah yaitu ilmu yang berguna.

Kamis, 20 Januari 2011

Blog Teman-Teman

Sebelumya link Friends (Blog Teman-Teman) ada begitu banyak. Sekarang Cuma ada tinggal 3. Dolly Aswin, Romy Satria Wahono dan Fachru Rozi. Heran nich, Sohib-Sohib yang dulu gemar ngeBlog pada kemana ya sekarang? Blog Medhian Ahmadi Putra dan Kiki Hendra di klik udah gak ada lagi. Ganti domain, atau memang udah gak update lagi ya? Klo memang ganti domain, berarti karena gw gak pernah update lagi, makanya gw gak tau nich. Klo Blog Dolly Aswin, masih bisa diakses, tapi ternyata udah gak update lagi sejak Maret 2010. Hanya mas Romy Satria Wahono dan Blog Fachru Rozi yang tetap menunjukan eksistensinya, meskipun gak terlalu rutin, tapi minimal update perbulan ada.

Pada kemana dan kenapa ya? Apa ngeBlog udah gak favourite lagi? Apa ngeBlog suatu hal yang memBoringkan ? Atau jangan-jangan mereka pada mengalami fase apa yang dulu pernah gw alami : "GAK ADA WAKTU + MALAS ngeBlog + GAK TAU apa yang mau ditulis".

Where are you guys?

Senin, 17 Januari 2011

www.melfachrozi.com

Dengan biaya yang tidak terlalu mahal, Akhirnya beli domain baru dech. Pasti banyak yang bertanya nich : "tumben nich si rozi koyakin duitnya buat beli domain, biasanya pecinta gratongan mulu". He..he..he.. Trus kenapa dong harus beli domain ? Alasannya sederhana aja kok : supaya ada motivasi untuk rajin update blog, karena udah ngeluarin duit buat beli domain. :D

Ooh gitu, trus muncul lagi pertanyaan "buat apa rajin update blog?" Hmm.... banyak banget alasannya, motivasi teman yang mengatakan tulisan gw bagus (sah sudah ternyata gw ada fans ;-) ), mengisi waktu kosong selain liat FB dan Status orang, sharing informasi, pengalaman dan perjalanan jauh yang sudah terlewatkan, serta alasan yang terakhir nich, website ini mau gw jadikan pelacur (pelampiasan curhat). Croott..

Oke guys, sering-sering berkunjung ya ke www.melfachrozi.com

Kamis, 13 Januari 2011

Update Blog Sebagai Rutinitas

Hmm... Lagi-lagi Blog ini terlewatkan selama 1 tahun. Maaalaaaaaaaas banget rasanya. Kayaknya gak ada dan gak tau aja apa yang mau diceritakan. Tapi Kalo diingat-ingat kembali, sebenarnya begitu banyak kejadian, pengalaman dan perjalanan serta hal-hal lainnya yang bisa di sharing dalam blog ini.

Mengingat permintaan teman supaya update blog, membaca blog teman-teman, serta banyaknya informasi dari berbagai blogger lainnya, maka dengan mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim", Insya Allah Blog ini mulai rajin di update lagi dan digunakan dalam hal kebaikan. Amin.

Sob, mohon bantuan semangatnya supaya Update Blog Sebagai Rutinitas.

Selasa, 11 Januari 2011

Tikus Hijau Luntur & Kambing Bencong

Beberapa bulan yang lalu (gak ingat lagi tepatnya bulan berapa), Ba'da maghrib dan beberapa teman kerja masih di kantor, seorang teman kerja memulai percakapan. Begini percakapan singkatnya :

Dedi : Zi, beberapa hari yang lalu gua liat di profile FB lo, ternyata lo punya blog ya.
Ane : iya bro, tapi gak update lagi.
Dedi : Tulisan-tulisan di Blog lo bagus kok zi, kenapa gak di update lagi? Sayang banget.
Ane : ah, masa sih bro? lo orang pertama yang bilang gitu.
Dedi : Kenapa sich zi gak update lagi?
Ane : Hmm... Kenapa ya... Ntahlah... Males banget rasanya. Setahun lebih sudah gak di update lagi.
Dedi : Harusnya lo lanjutin bro, siapa tau lo bisa jadi penulis seperti Raditya Dika. Klo dia buat "Kambing Jantan", Lo buat "Kambing Betina" (dengan nada serius dan tidak kelihatan tanda-tanda becanda)
Ane : Iya juga ya.. Ntar dech ku pikirkan lagi...

Percapakan singkat tadi buat kepikiran terus, ditambah lagi teringat waktu skripsi ada yang nawarin nulis buku bareng dengan salah satu dosen di Lampung tentang CMS. Yaa, gara-garanya nulis artikel tentang "MOODLE". Katanya sich artikel gw bagus.
Terlepas benar bagus atau tidak tulisan gua, sempat kepikiran juga sich buat cerita yang rada-rada gak jelas dengan judul "Tikus Hijau Luntur" atau buat cerita lucu dengan judul "Kambing Bencong". He..he..he..